SEJARAH KERADIOAKTIFAN


Unsur radioaktif merupakan unsur dengan inti yang tidak stabil. Untuk mencapai kestabilan, unsur ini akan mengalami reaksi inti dengan memancarkan sinar radioaktif. Gejala pemancaran sinar radioaktif ini disebut  radioaktivitas.
Radioaktif atau radiasi yang berasal dari bahan radioaktif adalah satu bentuk energi yang dipancarkan oleh atom atau molekul yang disebarkan melalui ruang atau materi sebagai partikel/partikel ataupun gelombang elektromagnetik.
Radioaktivitas (juga disebut radioaktif juga merupakan fenomena alami atau buatan, dimana ditimbulkan oleh zat tertentu atau bahan kimia. Ada dua radio aktif yang ada pada umumnya yaitu Radioaktivitas spontan atau alami: Hal ini diwujudkan dalam unsur-unsur radioaktif dan isotop ditemukan di alam dan mencemari lingkungan seperti uranium dan thorium dalam lingkungan (tanah, pohon, air dan udara) dan Radioaktivitas buatan atau induksi: radioaktif ini merupakan salah satu yang disebabkan oleh transformasi nuklir buatan seperti Technitium-99m yang digunakan dalam medis dan Iridium-192 yang digunakan dalam industri termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir.
Radioaktivitas atau peluruhan radioaktif adalah perubahan atau konversi secara spontan inti nuklida stabil ke inti lainnya di mana ada radiasi pengion. Setiap kali jumlah proton dalam inti, maka akan ada unsur perubahan. Radioaktivitas ditemukan pada tahun 1896 oleh Henri Becquerel pada garam uranium. Untuk memperjelas sifat radioaktivitas signifikan,fisikawan Perancis Pierre Curie dan Marie Curie asal Polandia berkontribusi untuk hal ini.



RONTGEN:   Penemuan radioaktif diawali dengan eksperimen mengenai luminensi yang dilakukan oleh Wilhelm Rontgen, seorang ahli fisika jerman pada tanggal 5 November 1895. Ia mulai dengan mengalirkan listrik secara langsung melalui tabung gelas hampa udara (tabung sinar katoda) yang ditempatkan dalam kotak kardus yang telah dihitamkan. Ketika ia menyalakan tabung tersebut, tak sengaja ia menangkap pancaran cahaya di luar kotak. Cahaya tersebut berasal dari selembar kertas berlapis barium platinocianida. Ketika Rontgen mematikan sinar katoda, cahaya tersebut ikut padam. Kemudian ia mengambil kertas berlapis barium platinocianida ke ruang sebelah yang terhalang oleh tirai dan pintu. Ketika ia menyalakan tabung sinar katoda, kertas itu bercahaya lagi. Cahaya ini tidak kasat mata dan dapat menembus kotak kardus maupun material lain, serta dapat membekas pada plat foto. Rontgen menyebut sinar misterius tersebut dengan nama sinar-X. Pada tahun 1896, ia menunjukkan bahwa sinar-X dapat menggambarkan struktur tulang jari dan pergelangan tangan manusia. Selain itu, sinar-X juga dapat menunjukkan posisi peluru di kaki pasien. Namun, beberapa tahun kemudian ditemukan bahwa paparan sinar-X yang berlebihan menyebabkan leukimia.
BECQUEREL: Penemuan  radioaktif ini, lahir diparis 15 desember tahun 1852. Ia mendapatkan gelar doktor pada tahun 1888. Becquerel terlahir dari keluarga yang menurunkan 4 generasi ilmuan. Pada tahun 1896 dia membuat penemuan besar yaitu jreng-jrengggg “Becquerel berfikir apakah sinar-X tidak bisa diproduksi dengan sinar matahari biasa diatas substansi non-metal. Becquerel dilaboratoriumnya memiliki beberapa kristal ‘’potasium uranium sulfat” yang merupakan campuran non metalik. Pertama, dia menempelkan beberapa kertas hitam tebal disekeliling lembaran fotografis meyakinkan tidak ada cahaya yang bisa mencapai lembaran itu. Kemudian dia letakkan kristal non-metalik itu diatas lembaran yang tertutup dan menyodorkannya kebawah sinar matahari. Suatu bayangan kristal muncul diatasnya dan dia menemukan film fotografis. Nah, becquerel yakin bahwa dia sudah berhasil menemukan sumber sinar-X baru dan secara kebetulan, dia menemukan campuan uranium akan menghasilkan radiasi meskipun tidak disodorkan kepada cahaya. Kemudian becquerel meletakkan uranium dan lembaran fotografis yang dibungkus rapi dilacinya, kemudian tak sengaja dia membuka laci untuk mencuci lembaran fotografis yang tak terpakai itu. Dia  terkejut,lembaran itu menampakkan bayang kristal. Dari percobaan ini becquerel menyimpulkan bahwa unsur Uranium mengandung radioaktif.
 
MARIE PIERRE: Tokoh lain yang berperan penting dalam penemuan keradioaktifan adalah Marrie Curie dan Pierre Curie, mereka adalah sepasang suami istri.  Marie lahir pada 7 November 1867 di Warsawa,Polandia. Sedangkan Pierre pada di.
Setelah penemuan unsur radioaktif oleh Becquerel maka Merie Curie dan Pierre Curie melakukan eksperimen tentang sifat keradioaktifan berbagai macam garam uranium. Penelitian mereka dikhususkan pada biji-biji uranium yang disebutnya piichblende. Mereka menemukan bahwa pitchblende mempunyai kekuatan pancar yang lebih besar atau kuat dari pada garam uranium.dari pitchblende itu mereka menemukan dua unsur yang mempunyai keradioaktifan yang sangat tinggi ( 1 juta kali lebih kuat daripada uranium). Unsur-unsur itu diberi nama Polonium dan Radium. Tingkat radiasi yang tinggi dari kedua unsur tersebut didapatinya saat melakukan suatu penelitian yang tampak dari labu kaca miliknya, dimana labu kaca itu menjadi biru karena radiasi. Sebagaimana para ilmuwan terdahulu yang menelit radioaktivitas keluarga Curie kurang menyadari bahayanya sehingga Merie Curie wafat karna leukimia.

RUTHERFORD:  Ernest Rutherford dilahirkan pada tanggal 30 Agustus 1871 di Nelson, Selandia Baru, anak keempat dan anak laki-laki kedua dalm keluarga yang berisi tujuh anak laki-laki dan lima anak perempuan. Ayahnya James Rutherford, seorang tukang roda Skotlandia, beremigrasi ke Selandia Baru dengan kakek Ernest dan seluruh keluarganya pada tahun 1842. Ibunya, nѐe Martha Thompson, adalah seorang guru Bahasa Inggris, yang dengan ibunya yang sudah janda, juga menetap di Selandia Baru pada tahun 1855.
Pada tahun 1903, Ernest Rutherford mengemukakan bahwa sinar radioaktif dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan muatan mereka. Sinar radioaktif yang bermuatan positif diberi nama sinar alfa, dan tersusun dari inti-inti helium. Sinar radioaktif yang bermuatan negatif diberi nama sinar beta, dan tersusun dari elektron- elektron. Sementara itu, Paul Ulrich Villard menemukan jenis sinar radioaktif yang ketiga, yaitu sinar gama yang tidak bermuatan. Sinar gama adalah suatu bentuk radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang yang lebih pendek dari sinar X.
Pada tahun 1898 ia melaporkan keberadaan sinar alfa dan beta dalam radiasi uranium dan menunjukkan beberapa sifat-sifatnya. Di Montreal, terdapat beberapa kesempatan penelitian di Universitas McGill, dan penelitiannya mengenai isi radioaktif, khususnya pada emisi sinar alfa, dilanjutkan di Laboratorium Macdonald. Dengan R.B. Owens, ia mempelajari emanasi (pengeluaran) thorium dan menemukan gas mulia baru, sebuah isotop radon, yang kemudian dikenal sebagai thoron.
Frederick Soddy tiba di McGill pada tahun 1900 dari Universitas Oxford dan ia berkolaborasi dengan Rutherford dalam membuat teori disintegrasi radioaktivitas yang menunjukkan fenomena radioaktif sebagai proses yang terjadi di atom bukan molekul. Teori ini didukung dengan sejumlah besar hasil eksperimen, sejumlah bahan radioaktif yang baru pun ditemukan dan posisinya dalam rantai transformasi pun diperbaiki. Otto Hahn, yang selanjutnya menemukan reaksi fisi atom, bekerja sebagai bawahan Rutherford di Laboratorium Montreal apda tahun 1905-1906.
Di Manchester, Rutherford melanjutkan penelitiannya tentang sifat-sifat emanasi radium dn sinar alfa, dalam hubungannya dengan H. Geiger, sebuah metode pendeteksian partikel alfa tunggal dan perhitungan jumlah pemancaran dari radium pun ditemukan. Pada tahun 1910, penelitiannya ke arah penghamburan sinar alfa dan sifat alamiah struktur dalam atom yang menyebabkan penghamburan tersebut mengarah kepada postulasi konsepnya akan nukleus (inti atom), kontribusi terbesarnya pada bidang fisika. Menurutnya, secara praktis, keseluruhan massa atom dan pada waktu yang sama semua muatan positif di atom terkonsentrasi pada daerah pusat tertentu.

0 comments:

Post a Comment